Pelatihan Sistem Jaringan Penataan Ruang – Jambi

Dalam upaya mendukung pemerintah dalam implementasi terhadap tata ruang, WWF bersama Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum mengadakan kegiatan Dialog Nasional Forum Pengembangan Wilayah dan Perdesaan Berkelanjutan. Rangkaian kegiatan ini dilanjutkan dengan pelatihan mengenai Sistem Jaringan Pentaan Ruang (SIGAPTARU).

Disadari bahwa tata ruang adalah milik bersama yang bisa diwujudkan hanya dengan keterlibatan semua pihak pengguna ruang. Untuk itu sistem Sigaptaru hadir menjawab tantangan implentasi terhadap rencana ruang yang telah disusun.

Kegiatan pelatihan Sigaptaru di Jambi pada tanggal 2 – 4 Juni 2014 merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan Forum Pengembangan Wilayah dan Perdesaan Berkelanjutan Indonesia (SRRED-FI) yang sebelumnya sudah dilakukan di Jakarta. Bertempat di Hotel Aston Jambi, pelatihan ini mengundang berbagai kalangan yaitu para akademisi, pemerintah daerah, asosiasi profesi dan LSM.

Acara pelatihan ini dibuka oleh Sekretaris Bappeda Provinsi Jambi, Imron Rosyadi. Dalam sambutannya beliau menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan karena beliau menganggap isu tata ruang sangat menarik dan diperlukan sistem yang dapat mengawasi implementasi tata ruang. Beliau juga mengharapkan kegiatan ini dapat direplikasi pada kegiatan yang lain.

Selanjutnya Thomas Barano dari WWF Indonesia memberikan presentasi mengenai SRRED-FI. Dalam paparannya beliau menekankan bahwa Sigaptaru dapat menjadi penghubung Antara masyarakat di daerah dengan pengambil putusan dan para penegak hukum dibidang penataan ruang.

Turut hadir pula dalam kegiatan ini Ilka Petersen dari WWF Germany yang telah mendukung projek Sustainable Land Use (SULU) di Indonesia. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi baik secara teori dan penjelasan penggunaan Sigaptaru serta aplikasi android yang dinamakan OpenDataKit (ODK) sebagai aplikasi pendukung.

Hari kedua peserta pelatihan diajak untuk mempraktikan penggunaan ODK di lapangan. Peserta dibawa ke lokasi pabrik sawit, konsesi sawit, hutan akasia, hutan gambut, tambang pasir, dan cagar budaya Indonesia yaitu candi muaro jambi. Di setiap lokasi peserta mengambil koordinat dan memberikan rincian informasi serta mengambil gambar.

Hari terakhir peserta dibimbing untuk mengupload data-data hasil lapangan ke dalam website. Kemudian kegiatan ditutup oleh Adam Dixon dari WWF US dan Ilka Petersen dari WWF Germany yang dilanjutkan foto bersama.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *