Lokakarya Pengembangan & Pengelolaan Jalan Pada Kawasan Konservasi

Menutup akhir tahun 2014, SRRED-FI mengadakan lokakarya bertajuk Pengembangan & Pengelolaan Jalan pada Kawasan Konservasi. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 17 Desember 2014 bertempat di Bappeda Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan hasil studi jalan di dalam Kawasan Konservasi sekaligus mensosialisasikan forum pengembangan wilayah dan perdesaan berkelanjutan atau SRRED-FI. Kegiatan ini kali pertama SRRED-FI bekerja sama dengan pemangku kepentingan di Provinsi Kalimantan.

Bappeda Provinsi Kalimantan Barat menyambut baik, inisiatif SRRED-FI. Hal ini disampaikan dalam pembukaan lokakarya oleh Ir. Yuslinda yang mewakili Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat. Infrastruktur dirasa penting bagi pengembangan wilayah, dimana beberapa infrastruktur di Kalbar melintasi kawasan konservasi. Ir. Yuslinda juga menekankan bahwa untuk membuka keterisolasian beberapa kawasan, dibutuhkan pemikiran-pemikiran yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Ditambahkan oleh Ibu Reny Widyawati bahwa Eco-construction menjadi point penting yang perlu didiskusikan agar pembangunan dapat dilaksanakan dengan tetap memelihara kawasan konservasi dan secara bersamaan dapat mensejahterakan masyarakatnya.

Paparan Studi Jalan di Kawasan Konservasi disampaikan oleh focal point eco-constructionSRRED-FI yaitu bapak Anshori Djausal. Dalam paparannya banyak menyinggung kasus –kasus pembangunan jalan di kawasan konservasi, diantaranya adalah di TN Wasur, TN Kayang Mentarang dan TN Bukit Barisan Selatan.

Sebagai bentuk mitigasi konflik jalan di dalam Kawasan Konservasi diusulkan beberapa cara dalam pembangunan jalan yaitu dengan membuat canopy crossing, over pass, dan under pass(terowongan, jembatan bagi kendaraan, jalan layang bagi kendaraan).

Dalam pertemuan ini juga mengundang PPE Kalimantan, yang saat ini sedang menyusun Peta Jalan/Roadmap Kalimantan.

Dari Diskusi dapat disimpulkan bahwa pemangku kepentingan setuju untuk usulan eco-construction, namun hal ini harus terus disosialisasikan sehingga dapat dilaksanakan secara nyata.

Berikut merupakan materi pada kegiatan ini :