Equitable Payments for Watershed Services – an effective instrument for conservation and development

Final Report

Materi Seminar of Challenge and opportunity of Ecosystem Services, Design of Ecosystem Corridor-Identification of Linear Infrastructure and Trend of Land Use Change

materi_seminar

Pelatihan SIGAPTARU (Sistem Jaringan Penataan Ruang)

Pelatihan SIGAPTARU (Sistem Jaringan Penataan Ruang) diselenggarakan pada tanggal 19-20 Desember 2017 bertempat di Odua Weston Jl. Gatot Subroto No.57, Sungai Asam, Ps. Jambi, Kota Jambi, Jambi.

SIGAPTARU (Sistem Jaringan Penataan Ruang) adalah platform online geospasial yang dibangun sebagai forum komunikasi terbuka bagi semua pihak untuk mendorong pemanfaatan lahan yang berkelanjutan di Indonesia. Situs ini dirancang untuk memastikan izin alokasi penggunaan lahan dan memantau perkembangan terakhir agar sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

WWF mengusulkan pengembangan kembali Sistem Monitoring Tata Ruang yang fokus pada peningkatan fungsi dan interaksi peta. Pada webgis SIGAPTARU diharapkan dapat melakukan overlay sederhana sehingga kita tahu berapa luasan (dalam Ha) peruntukan-peruntukan tata ruang pada daerah yang kita inginkan.

Setelah pengembangan kembali sistem jaringan penataan ruang (SIGAPTARU), maka diadakan pelatihan kepada pemerintah pusat dan daerah. Pelatihan ini bertujuan agar pemerintah dapat menggunakan SIGAPTARU berbasis web ini dalam mengambil keputusan. Diharapkan Sistem Pemantauan Tata Ruang (SIGAPTARU) dapat menjadi model atau alat untuk memantau pelaksanaan perencanaan tata ruang.

Pada pelatihan hari pertama (19/20/2017), peserta dijelaskan pertama dibentuknya SIGAPTARU yaitu pada tahun 2013. SIGAPTARU berasal dari Forum Pembangunan Wilayah dan Perdesaan Berkelanjutan Indonesia (SRRED-FI) dilakukan pada tanggal 23 Mei 2013. SRRED-FI adalah sebuah wadah bagi para pemerhati penataan ruang di berbagai wilayah untuk membangun kapasitas, keahlian dan kesadaran dalam mewujudkan tata kelola penyelenggaraan penataan ruang wilayah dan perdesaan yang lebih baik dalam pembangunan berkelanjutan secara nyata.

Terbentuknya SIGAPTARU pada saat itu diharapkan dapat mewadahi isu-isu pada tingkat regional tidak terbatas isu lahan dan hutan namun juga isu-isu pedesaan lainnya. Lahirnya Sigaptaru tidak terlepas dari penetapan Perpres No 13 Tahun 2012 mengenai Penataan Ruang Pulau Sumatera dan Perpres No 3 Tahun 2012 mengenai Penataan Ruang Kalimantan terkait dengan komitmen Indonesia untuk menjaga tutupan hutannya.

Setelah mempelajari awal terbentuknya SIGAPTARU, para peserta kemudian mencoba webGIS SIGAPTARU secara langsung di laptop masing-masing. Beberapa tahapan menggunakan webGIS SIGAPTARU yaitu input data, membuka data RTRW dan overlay data.

Pada hari kedua (20/12/2017), peserta mengambil data di lapangan. Alat yang digunakan adalah smartphone android dan aplikasi android ODK (Open Data Kit). Setelah dari lapangan, peserta kembali ke ruangan. Data ini akan dimasukan ke webGIS SIGAPTARU. Data lapangan yang dimasukan ke webGIS akan menghasilkan data overlay berupa luasan-luasan kelas tata ruang.

SIGAPTARU (Sistem Jaringan Penataan Ruang)

SIGAPTARU adalah platform online geospasial yang dibangun sebagai forum komunikasi terbuka bagi semua pihak untuk mendorong pemanfaatan lahan yang berkelanjutan di Indonesia. Situs ini dirancang untuk memastikan izin alokasi penggunaan lahan dan memantau perkembangan terakhir agar sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

SIGAPTARU berasal dari Forum Pembangunan Wilayah dan Perdesaan Berkelanjutan Indonesia (SRRED-FI) dilakukan pada tanggal 23 Mei 2013. SRRED-FI adalah sebuah wadah bagi para pemerhati penataan ruang di berbagai wilayah untuk membangun kapasitas, keahlian dan kesadaran dalam mewujudkan tata kelola penyelenggaraan penataan ruang wilayah dan perdesaan yang lebih baik dalam pembangunan berkelanjutan secara nyata.

Dengan berlakunya Peraturan Presiden No 3 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Pulau Kalimantan dan Peraturan Presiden No 13 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Pulau Sumatera Pemerintah berkomitmen untuk melindungi tutupan wilayah hutan. Untuk memastikan peraturan ini, ada kebutuhan untuk mengembangkan sistem yang dapat digunakan sebagai alat untuk melihat pelaksanaan rencana tata ruang sebagai basis informasi tutupan hutan yang akan dijaga di suatu wilayah.

SIGAPTARU memiliki 4 fungsi utama yaitu:

  • News

Pada menu ini terdapat kumpulan berita-berita mengenai tata ruang Indonesia.

  • Download

Menu ini menyediakan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan tata ruang Indonesia

  • Forum

Tempat untuk berdiskusi mengenai tata ruang Indonesia.

  • WebGIS

Disini kita dapat melakukan analisis sederhana seperti melakukan overlay data-data yang disediakan oleh SIGAPTARU.

Beberapa tahapan dalam menggunakan webGIS SIGAPTARU yaitu:

  1. Membuka data RTRW

Membuka data RTRW dapat dilakukan dengan klik menu diatas dan kemudian memilih data RTRW Kab yang diinginkan.

  1. Input data

Data yang dapat menjadi input webGIS ini adalah:

  • Draw polygon. (menggambar langsung di WebGIS SIGAPTARU)
  • Add Coordinate (Memasukan angka-angka koordinat secara manual)
  • Add CSV ( format data *.CSV)
  • Add Shapefile
  1. Overlay data

Data yang akan dihasilkan adalah luasan-luasan kelas tata ruang.

 

Lokakarya Pengembangan & Pengelolaan Jalan Pada Kawasan Konservasi

Menutup akhir tahun 2014, SRRED-FI mengadakan lokakarya bertajuk Pengembangan & Pengelolaan Jalan pada Kawasan Konservasi. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 17 Desember 2014 bertempat di Bappeda Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan hasil studi jalan di dalam Kawasan Konservasi sekaligus mensosialisasikan forum pengembangan wilayah dan perdesaan berkelanjutan atau SRRED-FI. Kegiatan ini kali pertama SRRED-FI bekerja sama dengan pemangku kepentingan di Provinsi Kalimantan.

Bappeda Provinsi Kalimantan Barat menyambut baik, inisiatif SRRED-FI. Hal ini disampaikan dalam pembukaan lokakarya oleh Ir. Yuslinda yang mewakili Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat. Infrastruktur dirasa penting bagi pengembangan wilayah, dimana beberapa infrastruktur di Kalbar melintasi kawasan konservasi. Ir. Yuslinda juga menekankan bahwa untuk membuka keterisolasian beberapa kawasan, dibutuhkan pemikiran-pemikiran yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Ditambahkan oleh Ibu Reny Widyawati bahwa Eco-construction menjadi point penting yang perlu didiskusikan agar pembangunan dapat dilaksanakan dengan tetap memelihara kawasan konservasi dan secara bersamaan dapat mensejahterakan masyarakatnya.

Paparan Studi Jalan di Kawasan Konservasi disampaikan oleh focal point eco-constructionSRRED-FI yaitu bapak Anshori Djausal. Dalam paparannya banyak menyinggung kasus –kasus pembangunan jalan di kawasan konservasi, diantaranya adalah di TN Wasur, TN Kayang Mentarang dan TN Bukit Barisan Selatan.

Sebagai bentuk mitigasi konflik jalan di dalam Kawasan Konservasi diusulkan beberapa cara dalam pembangunan jalan yaitu dengan membuat canopy crossing, over pass, dan under pass(terowongan, jembatan bagi kendaraan, jalan layang bagi kendaraan).

Dalam pertemuan ini juga mengundang PPE Kalimantan, yang saat ini sedang menyusun Peta Jalan/Roadmap Kalimantan.

Dari Diskusi dapat disimpulkan bahwa pemangku kepentingan setuju untuk usulan eco-construction, namun hal ini harus terus disosialisasikan sehingga dapat dilaksanakan secara nyata.

Berikut merupakan materi pada kegiatan ini :